Sejarah Rumah Pengasingan Bung Hatta Di Maluku

Berita maluku tengah kali ini akan memberikan informasi tentang sejarah yang pernah terjadi di tanah maluku. Pada unsur depan, ada delapan pilar yang memperkokoh tampilan bangunan yang secara arsitektural bentuknya serupa Istana Merdeka di Jakarta. Halaman rumput hijau tampak apik menghiasi halaman yang luas. Dua buah meriam teronggok di kanan kirinya.

Suasana di sekitaran bangunan bersejarah tersebut terasa sejuk, sebenarnya letaknya berada di lokasi pantai. Jika Sobat Pesona beristirahat di sana, suara gemuruh angin sesekali melintas di telinga. Sobat Pesona dapat merasakan suasana selat Zonnegat yang membelah Pulau Banda Besar dan Pulau Naira, menjadikan bangunan ini sebagai tempat strategis untuk eksistensi perkantoran perdagangan.

Mulai melangkah ke lokasi teras. Teras inipun terlihat kosong, ubin abu-abu apik bersih mengkilap, bangunan ini terlihat terawat terjaga dengan baik. Mulai melangkah masuk ke lokasi dalam ruangan, kosong dan terasa dingin. Sobat Pesona akan menikmati sensasi Banda Neira masa lampau. Lingkungannya juga sangat menyokong para pelancong yang singgah untuk menginginkan suasana zaman kolonial dahulu, melihat kegiatan perkantoran kepunyaan Belanda yang menata segala perniagaan pelayaran perizinan dalam hal memasarkan rempah-rempah kepunyaan rakyat.

Jika kita mencari sejarah, desain Rumah Governoor Belanda di Banda Neira ini, merupakan misal untuk pembangunan istana merdeka di Jakarta. Karena lebih dahulu di bina di Banda Neira tahun 1622. Salah seorang Proklamator, Bung Hatta dan figur perjuangan Bung Sjahril, pernah bermukim di bangunan bersejarah ini saat dipisahkan oleh pemerintah Belanda. Bangunan dengan halaman yang luas, tiang bendera di depannya dan meriam di kanan kirinya. Apabila menyaksikan sisi dalamnya, langit-langit dengan ornamen kayu, jendela dan pintu dari kayu serta lantai masih terawat dengan baik, meski terlihat kosong sebab tak satupun benda terdapat di dalamnya.

Dinding dengan ornamen pilar-pilar yang kokoh, Sobat Pesona dapat juga menonton pada di antara dindingnya, ada suatu lubang yang sudah diblokir dengan kaca, lubang ini dahulu ialah bekas tembakan meriam yang menyerang istana ketika terjadinya pertempuran dalam perebutan pulau Banda. Apabila anda berjalan ke arah luar samping, anda masih dapat menemukan patung Willem III di halaman, beliau ialah Raja Belanda tahun pemerintahan 1849-1890. Di sisi Barat, terdapat bangunan societeit harmonie, dulunya bermanfaat sebagai pusat hiburan dan lokasi bersantai untuk para pejabat pemerintah. Sedangkan di sisi timur, ada lokasi tinggal deputy governoor VOC.

 

Leave a Comment